Minggu, 14 Februari 2021

Jika Kamu Membaca Ini

 "Tak ada yang bertanggung jawab atas bahagiamu kecuali dirimu sendiri" adalah kalimat yang pernah ku tulis dalam caption tahun 2019


Aku tak tahu darimana harus bercerita, tapi perlu kamu tahu bahwa tidak ada yang memahami isi hati seseorang kecuali Tuhan dan dirimu sendiri. 

Perjalanan hidupku ku pikir takkan ada masalah, hingga akhirnya aku berfikir bahwa sungguh tidak menyenangkan menjadi dewasa. Aku yang hanya tahu tentang bagaimana sekolah, dan mengerjakan PR, atau ketika dimarahi guru saat tidak mengerjakannya. Namun sekarang memikirkan bagiamana caranya mendapat  bahagia.

2016 lalu telah membuat hatiku hancur berkeping, tak ada ada yang kubutuhkan kecuali sahabat dekat. Dia yang berjanji akan selalu ada, nyatanya hilang saat aku butuhkan, lalu kembali datang saat aku sudah baik-baik saja, dan seiring berjalannya waktu aku mampu memaklumi. 

Sampai di 2018, hidupku sangat bahagia karena Tuhan mempertemukan aku dengan kamu. Seseorang yang menjadi tempat ku bersandar saat yang lain membuat lelah, saat yang lain berkhianat, saat yang lain hanya membuat tangis. 24 Maret 2018 kamu memintaku menjadi ibu dari anak-anakmu, dan aku mengiyakan. Betapa hebatnya dirimu mendatangi orang tuaku untuk memintaku, dan aku semakin menyayangimu. 

3 bulan berjalan, rasanya begitu cepat segala proses perkenalan dengan keluargamu dan lainnya sungguh rasanya seperti selangkah lagi dan semesta merestui segalanya. Sampai pada akhirnya, kamu berkata bahwa kamu main hati dengan wanita lain. Hancur , sangat hancur sayang. 

Dengan wajah penuh sesal, kamu meminta maaaf dan meminta waktu untuk menentukan hati akan memilih diriku atau dirinya. Sedangkan aku, yang tak ingin melepasmu , berusaha memaafkan segala khilaf dan tetap ingin berjalan bersama. 

Setelah itu, orang terdekat kembali mengkhianatiku. Rasanya hidupku sungguh hancur sayang, ku yakin kau tahu itu. sampai memintamu untuk tegas dalam menentukan, dan aku  berkata "Tolong, jangan membuatku menunggu dan menahan luka lebih dalam. Kumohon hancurkanlah hatiku agar semuanya selesai, agar aku sekaligus menerima luka"

Kau tahu? aku menangis saat menulis blog ini, mengingat begitu hancur hatiku saat itu

Masih di 2018, kamu memutuskan untuk memilihku saat itu, namun entah rasa percaya tak ada lagi. Aku hambar menjalani setiap saat bersamamu, seperti ada yang mengganjal, seperti ada yang belum selesai, dan benar saja, kamu masih bersamanya. Dengan segala luka, namun rasa sayang yang begitu besar. Egoku tak ingin melepasmu, tapi logikaku memaksa untuk berhenti, kembali hatikut hancur. 

Aku memikirkan wanita itu, bagaimana jika aku di posisinya, dia begitu mencintaimu tapi aku juga. Bahkan sangat, sayang. Aku bukan orang yang mudah jatuh cinta, sehingga saat hatiku sudah jatuh maka sangat tulus dan akan sangat menyayangi. Mungkin ini teguran Tuhan karena aku lebih mencintai hambanya. Bahkan saat kamu memintaku kembali, aku tak mengerti bagaimana diriku yang masih sangat mencintaimu, bisa menolak keinginanmu dan bahkan ku rangkul wanita itu seperti saudara, bagaimana bisa? 

2019, Kamu memutuskan untuk menikahinya. Hatiku kembali hancur, namun tak ada rasa sesal. Begitu berat rasanya menjalani hari tanpa dirimu, tak ada yang mampu menopang diriku saat semua masalah kembali menghantam. yang ku pikir hanya "ini akan terlewati, dan semua kan baik-baik saja" 

Di 2020, aku yang terkadang masih mencari tahu tentangmu untuk sekedar memastikan kamu baik-baik saja, rupanya kamu melakukan hal yang sama. Namun tak terbesit sedikitpun diriku untuk menjalin kembali komunikasi denganmu, sampai suatu hari ibumu menghubungiku, memintaku untuk mengunjunginya, maaf jika aku menolaknya, mengingat aku harus menghargai perasaan sahabatku, yaitu istrimu.

Sudah 3 tahun sejak saat itu, namun rasanya baru kemarin.
Maaf jika aku masih belum bisa lupa kamu
Tapi tenang saja, aku tidak akan menghancurkan apapun

Silih berganti aku belajar membuka hati, pernah hampir berhasil lalu gagal lagi. sampai saat ini jujur aku masih sangat takut, bagaiamana jika ia tidak mencintaiku dengan tulus, bagaimana jika hanya aku yang jatuh cinta, dan bagaimana jika aku dikhianati?

Tak ada yang tahu isi hati seseorang kecuali Tuhan dan dirimu sendiri

Aku hanya tak ingin terluka lagi, sungguh
Itu saja
Sebab semua yang terdekat, akhirnya mengkhianati
Semua yang tersayang akhirnya meninggalkan luka untukku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kata Dya "Ngga apa-apa mama"

Sedang di titik selalu sedih dan merasa bersalah  Pada sulungku yang selalu mengatakan "gapapa mama" Semakin tidak apa-apa, perasa...