Senin, 19 Juni 2023

Untuk Kesekian Kalinya

Malam ini ngga tau lagi kenapa, rasanya ngga bisa di jelasin
Sedih, kecewa, putus asa, takut,marah, benci semua jadi satu
Setidak menyenangkan itu menjadi anak perempuan perta, menjadi tumpuan adik-adik, dan seolah memikul beban sendirian. 

Beban yang kukira sudah selesai
Beban yang ku kira sudah tertinggal jauh. nyatanya terulang kembali
Beban yang berulang kali membuat ku hancur
Beban yang merusak mentalku hingga trauma berkepanjangan

Setelah kesekian kali, masihkah kau berfikir aku untuk mempercayaimu?
Aku membenci itu, membenci perselingkuhan itu
Jika memang yang kau ingin adalah balas dendam, maka sudah pernah kau lakukan
Jika kau masih mengingat luka, maka sudahi

Berpisahlah ma...pa
Agar tidak saling menyakiti


Senin, 29 Mei 2023

Untukmu yang Tersayang

 Aku tidak tahu harus mulai menceritakannya dari mana, tapi sejak saat itu membuatku berfikir bahwa memahami diriku akan menajdi sangat sulit. 

Perjalanan sakitku terlalu panjang karena bukan tentang fisik, maaf bila melibatkanmu dalam traumaku yang berkepanjangan bahkan sampai kita menikah.

Pengalaman disakiti oleh orang-orang terdekat yang ku pikir akan hilang setelah aku bersamamu, nyatanya hampir berkali-kali aku merasa takut dan tidak percaya diri bahwa aku akan dicintai. 

berkali-kali aku mengatakan, bahwa aku bisa menghadapi ujian ekonomi tapi tidak untuk wanita. Setelah itu, hingga saat ini aku masih terlalu takut untuk "pura-pura" dicintai, sementara aku tidak pernah tahu isi hati orang lain, dan yang hanya aku tau bahwa aku tulus mencintaimu sebagai lelakiku. 

Bolehkan aku meminta untuk tidak mencintai wanita lain selain diriku seumur hidup?
Jika memang sulit, maka lepaskan aku dan kamu akan bebas, walau aku sadar bahwa aku akan benar-benar kehilangan dan membuat aku menyesal seumur hidup.

Berkali-kali dirimu meyakinkanku bahwa kau hanya mencintaiku, tapi berkali pula aku mengatakan bahwa aku takut percaya hal itu. 

Entah kenapa menjadi sesulit ini...
Maafkan aku, tolong jangan menyerah untuk terus meyakinkan aku bahwa masih ada cinta tulus untukku
Walaupun sulit, tolong jangan pernah mundur...

Selasa, 16 Mei 2023

Sudah 8 Bulan, Semoga untuk Selamanya

     Hari ini, tepat 8 bulan usia pernikahan kami dan 23 minggu usia kehamilanku. Mungkin, drama pernikahan kami belum seberapa di banding mereka yang sudah bertahun-tahun. Tak ada yang pernah tahu bagaimana akhir cerita kehidupan kami.

    Sejauh ini, menikah denganmu adalah pilihan terbaik. Walau tak menutup kemungkinan pertengkaran dan selisih paham sering terjadi, banyak hal menyebalkan diantara kita. Namun, tak pernah terbesit sedikitpun untuk saling meninggalkandan semoga sampai kapanpun.

    Aku masih perlu banyak belajar, tentang menjadi istri dan kini tentang bagaimana menjadi calon ibu yang baik. semoga kamu juga tak pernah berhenti belajar, tentang menjadi suami dan ayah yang baik bagi anak-anak kita.

    Pernikahan itu ternyata tidak mudah, dan belajarnya seumur hidup. Seperti doa yang selalu kita panjatkan "semoga Allah selalu membantu menjaga pernikahan kita" aamiin

    Sejak awal menikah, aku tak pernah hanya berfikir kalau "menikah hanya untuk bahagia", ku kira pemikiranku yang demikian menandakan bahwa mentalku sudah siap menghadapi segala hal. Namun, tidak juga. Masih sangat banyak hal yang harus aku pelajari, bukan hanya aku tapi juga kamu.

 Semoga Allah senantiasa membantu menjaga rumah tangga kita
aamiin

Rabu, 18 Januari 2023

Terima Kasih Telah Menghamiliku

Judul tulisan ini mungkin akan mencengangkan
ya, benar saja setelah aku menuliskan cerita terakhir yang berjudul "wiranata" ini adalah bulan ke 4 pernikahan kami, dan saat ini aku sedang mengandung dan berusia 6 minggu

Aku menulis dengan judul demikian karena ini adalah kalimat pertama yang aku ucapkan saat mengetahui bahwa aku benar-benar hamil, sebab aku pernah berkata saat awal pernikahan "makannya hamilin aku, biar aku ngga ngerasain sakit perut sampai guling-guling kalo lagi haid" , aku mengungkapkan itu saat aku belum tau "nikmat" luar biasa menjalani kehamilan di trimester pertama, dan dia hanya tertawa mendengar ucapanku.

Sejauh ini aku banyak belajar, ternyata menikah rasanya seperti ini, banyak hal yang berubah dalam hidupku yang bahkan sampai saat ini aku masih belajar untuk menyesuaikan, dan yang terutama adalah tentang kehamilan "ternyata hamil itu begini ya", sejak bangun tidur sampai menjelang tidur lagi rasanya mual, belum lagi kesulitan ketika tidur, banyak kebiasaan yang menurutku tidak dapat dilakukan lagi, salah satunya adalah memasak. ya, aku mual dengan aroma bumbu dapur, sesekali aku menangis tatkala memikirkan suamiku yang tidak lagi memakan masakanku, dan melihat aku mempersiapkan pakaiannya dan masih banyak hal. 

Kehamilan ini membuatku tidak maksimal melayani suamiku, tapi bersyukurnya aku, sejauh ini ia tidak mempermasalahkan, dan justru menjadikanku ratu. Hingga sampai saat ini membuatku berfikir "bagaimana jika aku tidak menikah dengannya, belum tentu suamiku sebaik dia" 

Kehamilan ini membuatku berfikir "kenapa masih saja ada suami yang tega berselingkuh padahal ia tau bagaimana sang istri menjalani kehamilan yang sesulit ini" semoga suamiku tak demikian

Banyak hal yang membuatku khawatir setelah menikah
Namun semoga tak terjadi 

:)


Kata Dya "Ngga apa-apa mama"

Sedang di titik selalu sedih dan merasa bersalah  Pada sulungku yang selalu mengatakan "gapapa mama" Semakin tidak apa-apa, perasa...