Selasa, 01 Juni 2021

Semoga Tidak Lupa

Hai selamat malam, untuk kamu yang sedang berusaha tidur malam ini
Semoga besok Tuhan memberimu bahagia.
Aamiin

Malam ini mari sedikit membahas tentang kamu, dan keluargamu

Untuk kamu yang baru saja melewati masa anak-anak, atau biasa dikatakan masa remaja awal. Akan lebih nyaman menghabiskan waktu dengan teman, dan kadang merasa bahwa keluargamu kurang seru maka kamu akan lebih sering menceritakan banyak hal kepada temanmu. 
Semakin dewasa, lebih sibuk bekerja pulang larut malam karena lembur, sampai rumah langsung tidur.  Dan ketika telah memiliki keluarga mungkin prioritasmu bukan lagi ayah, ibu, adik mapun kakakmu (ini wajar)

Berapapun usia kamu saat ini, pernahkan berfikir bahwa keluargamu sangat rindu kamu. Orang tuamu rindu memelukmu, kakak dan adikmu rindu sekedar bertengkar kecil,  Dan saat semua sudah dewasa, pernahkah sisihkan sedikit waktu untuk saudaramu? dan sekedar menanyakan " sedang apa? apakah kamu baik-baik saja? dan bagaimana perasaanmu hari ini", atau tanyakan pada orang tuamu apakah mereka sehat?dan sedang ingin apa?

Aku tahu kamu gengsi, bukan hanya kamu. Aku, dan mereka pun sama. Tapi jangan sampai terlambat. Ada rindu yang mereka pendam, ada masalah yang ingin mereka katakan, ada cerita yang ingin mereka bagi. Mereka hanya sedang menunggu waktumu kosong karena tidak ingin menganggu.

Jangan sampai, ketika kamu fokus memprioritaskan hal lain, justru orang terdekatmu ternyata sudah mulai mati pelan-pelan. 

Sebelum terlambat, mari saling mengingatkan 
Mari saling belajar tentang bagaimana membagi segala hal
Tak ada salahnya kamu mulai bicara

Ada orang tuamu yang menunggu kamu berbagi cerita
Ada kakak dan adikmu yang menunggu kamu untuk mulai bergulat kecil atau sekedar meledek penuh canda

Semoga kelak, jika memang sudah benar-benar berpisah karena dipanggil Tuhan. Yang kamu ingat hanya kebagahiaan tentang bagaimana kalian saling memeluk, bukan rindu dan sesal karena tidak pernah menghabiskan bahagia bersama. 




Kata Dya "Ngga apa-apa mama"

Sedang di titik selalu sedih dan merasa bersalah  Pada sulungku yang selalu mengatakan "gapapa mama" Semakin tidak apa-apa, perasa...