Senin, 15 Februari 2021

Hari Ini Masih Tanpa Kamu

Hai selamat malam, 
untuk kamu yang masih belum tidur, atau baru saja terbangun malam ini

Bagaimana kabarnya? 
masih sehat?
masih bahagia?
berapa banyak kecewa yang kau hadapi satu minggu ini?
sudah merasa sangat lelah?

Jangan menyerah, karena hidupmu bukan hanya untuk hari ini.

Aku tidak tahu kapan ini akan berakhir, dan kapan kamu akan bahagia karena minggu ini pun amat berat bagiku
Bukan, bukan karena ada yang membuatku tak bahagia, tapi aku hanya mengingat luka. 
Tak penting memang, tapi entah kenapa ingatan luka itu muncul dan membuatku terganggu akhir-akhir ini. Mmmm..... aku bingung akan menulis tentang apa malam ini, tapi aku sedang ingin menulis.
membingungkan bukan? hehe

Mungkin suatu hari aku akan kembali membaca tulisan-tulisanku, lalu bertanya pada diri sendiri tentang bagaimana bisa aku menulis ini, dan sedang dalam keadaan apa aku menulisnya. 

Hari ini masih sama seperti kemarin, bahagiaku sederhana. mengetahui seluruh anggota keluargaku masih dalam keadaan baik-baik saja, masih tanpa kamu

Hari ini pun, Tuhan masih belum menemui aku dengan kamu, sosok yang selalu ada dalam takdir. hmmm, sampai kapan ya? aku sudah sangat ingin tahu. Apakah kamu teman dekatku, atau orang jauh yang belum pernah aku temui sampai saat aku menulis ini?

Tuhan masih sangat menyayangiku, membantu menjaga hatiku agar tidak jatuh pada orang yang salah. Silih berganti teman baikku mengenalkan dengan sahabatnya, atau sahabat suaminya, tapi masih juga Tuhan belum jatuhkan hatiku pada hati yang lain. 
Entah kapan, tapi aku yakin janji Tuhan itu pasti. Sampai pada saatnya nanti, kita bertemu lalu aku akan menceritakan banyak hal saat sebelum aku bertemu kamu.

Tentang bagaimana Tuhan memberikan duka, luka lalu bahagia dalam satu waktu
dan tentang bagaimana galaunya aku sebelum bertemu denganmu
Aku akan jadi wanita paling cerewet dalam hidupmu mungkin, tapi aku tahu bagaimana caranya untuk setia, setelah banyak khianat yang aku dapat. 

Selamat malam, dan selamat tidur untuk kamu
Jangan lupa bahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kata Dya "Ngga apa-apa mama"

Sedang di titik selalu sedih dan merasa bersalah  Pada sulungku yang selalu mengatakan "gapapa mama" Semakin tidak apa-apa, perasa...