Selasa, 25 Februari 2020

Ketika Maut Berperan Serta

Aku pernah mendengar mengenai sebuah perpisahan
Dan yang yang paling menyesakkan adalah berpisah karena maut
Sebab jika rindu, tak dapat lagi saling temu

Sesal, mengapa tak banyak habiskan waktu bersama
Sebab kadang kita lupa, bahwa tak selamanya tetap jumpa
Jika maut turut berperan serta, maka tamatlah sudah

Ingin kembali, mengulang, berkata saling maaf
Namun mustahil
Nisan kini yang dapat mewakili keberadaannya

Tak ingatkah bagaimana tengkar pernah ada di ruangan itu?
Atau tawa keras sebab terlalu bahagia
Amarah saat saling menjahili
Tangis yang tak lagi mampu dibendung
semua emosi pernah kami lalui bersama
Kini tinggal kenangan...

Tidakkah kau lihat, bagaimana mata kami sembab saat membuka pintu ruanganmu
Bukan perpisahan seperti ini seharusnya
Jika memang akan pisah, kami ingin melihat bahagiamu bersamanya di negara sana

Ketika maut berperan serta
Kami bisa apa
Hanya meratapi duka
Lalu mengirimkan doa


Depok, 26 Februari 2020
Tulisan di dedikasikan untuk Almh. Yani Aryani
Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah
Selamat jalan sahabat kami tercinta
Kami akan selalu merindukanmu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kata Dya "Ngga apa-apa mama"

Sedang di titik selalu sedih dan merasa bersalah  Pada sulungku yang selalu mengatakan "gapapa mama" Semakin tidak apa-apa, perasa...