Jumat, 08 Juli 2022

Wiranata

 Setelah hampir 4 tahun lamanya, move on ku masih saja berproses.
 Silih berganti, seseorang berusaha datang untuk menggantikanmu di dalam hatiku 
 Aku tak ingin kembali, tapi aku pernah bilang bahwa aku butuh waktu untuk dapat menghilangkan   perasaan cinta saat aku mencintai seseorang dan itu bukan hal yang mudah.

     Sampai pada suati hari, seorang laki-laki menyapaku melalui media sosial. Seperti biasa, awalnya pasti ku acuhkan, sampai pada satu waktu mama mengatakan bahwa aku jangan terlalu acuh. Satu persatu nasihat mama ku dengar dan kulakukan, aku mulai membalas direct message yang ia kirimkan, walaupun masih dengan balasan yang sangat singkat , seperti "ya" atau "gak" dan "gatau". 

    Jujur, semakin hari aku semakin merasa muak dengan cara pdkt yang menurutku cukup norak. Ternyata perbedaan budaya tempat kami dibesarkan cukup mempengaruhi, walaupun kami lahir dari suku yang sama. Aku cukup terbuka dengan mama, semua hal yang aku tidak sukai ku ceritakan padanya. Bahkan berkali-kali kukatakan bahwa aku akan memblokirnya  karena sudah tidak tahan lagi. 

    Mendengar itu, sepertinya mama cukup khawatir dan menasihatiku kembali untuk tidak melakukan hal ceroboh. Sampai akhirnya mama memintaku memberitahunya untuk segera menemui mama. Ya, dia menemui mama di hari ke 3 saat kami mulai salingmembalas dm. 

    Saat ku katakan itu, sepertinya ia sangat antusias dan pasti berfikir bahwa aku akan ada disana juga, daaaan "Tidak semudah itu". Pada hari pertemuan, aku tidak disana. Aku pergi untuk menghindarinya karena aku sungguh tidak mau melihat wajahnya (walaupun aku belum pernah tahu seperti apa wajah aslinya yang sering dikatakan "manis" itu) apalagi masih membayangkan bagaimana cara ia mendekatiku. 

    Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan, dan aku tidak ingin tahu sama sekali sampai mama bercerita.  Saat ku buka instagram , tidak ada dm dan kuputuskan untuk mengirim pesan terlebih dahulu "gimana abis ketemu mama fika? mau mundur kan sekarang?". Beberapa lama, ia membalas "kata siapa? justru aku seneng kaya gini. aku jadi tau tentang kamu langsung". 

    Seiring berjalannya waktu, setelah banyak drama dan melewati banyak hal butuh waktu kurang lebih 1 bulan sampai akhirnya aku mulai membuka hati, tidak lagi membalas pesan secara singkat dan tidak lagi melalui direct message instagram. Hubungan kami semakin baik, kami mulai bertemu walaupun masih menggunakan kendaraan masing-masing. ya... sejauh ini semuanya berjalan lancar.

    Sampai pada akhirnya, aku menemukan satu hal yang membuatku sangat ragu. Hal yang membuatku melakukan shalat istikharah, yang biasanya enggan kulakukan, karena khawatir jawabannya tak sesuai ekspektasi, walaupun sebenarnya itu yang terbaik. 

    Jawaban Tuhan tidak melalui mimpi, namun perasaan dan tindakan. Jawaban itu membuatku semakin yakin dalam sekejap, padahal sebelumnya ragu setengah mati. 

    Saat ini, sudah berjalan 3 bulan. Pasang surutnya sudah mulai terasa, semua karena aku yang selalu ingin mengakhiri, tapi dikuatkan mama dan sikapnya yang mampu menunjukkan keseriusan untuk terus berusaha menjadi lebih baik, maka aku bertahan. 

    Judulnya ku tulis dari nama belakang yang di berikan orang tuanya "Wiranata" yang artinya         
    "Pemberani" seperti dia yang dengan beraninya mendekatiku, datang lalu membuktikan keseriusan.

    Semoga Tuhan selalu merestui dan mempermudah jalan kami menuju setiap kebaikan. 
    Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kata Dya "Ngga apa-apa mama"

Sedang di titik selalu sedih dan merasa bersalah  Pada sulungku yang selalu mengatakan "gapapa mama" Semakin tidak apa-apa, perasa...