Ku katakan
Lagi dan lagi
Berulang kali
Jangan bohong!
Untuk sekali ku maafkan
Tapi kebohongan takkan berhenti disitu.
Akan ada kebohongan lain
Untuk menutupi kebohongan lainnya.
Dulu, kau tak suka aku memposting fotomu pada akun media sosialku
Tapi saat ini, kau tidak keberatan ketika dia menulis singkatan namamu di akun media sosialnya
Lalu kau anggap aku apa?
Kau bilang, kau tak memilih
Tapi kau butuh waktu untuk meyakinkan bahwa kau memilihku, tapi nyatanya tidak
Kau bilang, kau tak memilih.
Tapi pada profilnya yang menulis singkatan namamu, kau tak bergeming sedikitpun
Apa yang kalian tau dan aku belum tau?
Lagi dan lagi naluriku berkata ada hal yang masih kau tutupi
Sebelumnya kau berkata takut jika kelak, kau kembali menghubunginya.
Lalu rasa yang sama berulang
Maka ku berikan jalan untuk antisipasi
Tapi lagi dan lagi kau keberatan
A, b, c, dan d hanya alasan kau belum mau memulainya
Tapi nyatanya, kau keberatan untuk berhenti berkomunikasi dengannya.
Kukatakan, lagi dan lagi
Jangan bohong!
Kau berkata tak mau kehilangan
Nyatanya kau memintaku pergi secara perlahan dan itu tersirat
Aku yang harusnya tahu diri
Hanya menjadi dinding pemisah antara 2 insan yang saling mencintai
Andai ku tahu itu sejak awal
Andai kau jujur sayang
Aku takkan sedikitpun membuka hati untukmu
Kau berkata "siapa bilang aku tidak mencintaimu?"
Tapi nyatanya kau masih mencintainya
Tak mungkin dalam satu hati ada 2 Cinta
Dan jika memang ada
Itu bukan aku
"Rafika Ahmad"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar